BMW E39 528i 1997

BMW E39 528i 1997

BMW Seri-5 dengan kode chassis E39 buatan tahun 1995-2003 ini adalah salah satu BMW tersukses yang pernah dibuat oleh BMW.

Proyek perencanaan produksi generasi ke-4 BMW Seri-5 dimulai sejak tahun 1989. Proyek ini oleh internal BMW dinamakan ‘Entwicklung 39’ di bawah arahan desainer BMW Joji Nagashima. Joji Nagashima adalah salah satu desainer yang berhasil menciptakan wajah baru BMW di era 1990-an. Hampir seluruh karyanya mendapat pengakuan dunia seperti BMW E36 dan E90 (Seri-3), BMW E39 (Seri-5), dan BMW Z3 Roadster.

Sketsa final karya Joji Nagashima sebetulnya telah disetujui pada tahun 1992. Namun sempat dibekukan lantaran datang Chief Designer terbaru BMW ketika itu Chris Bangle. Chris Bangle sendiri adalah salah satu desainer mobil yang paling berpengaruh di dunia hingga kini. Setelah mendapat beberapa penyempurnaan dari Bangle, gambar wujud generasi ke-4 BMW Seri-5 yang akan menggantikan BMW E34 itupun mendapat lampu hijau.

Di Eropa BMW E39 mulai dipasarkan pada tahun 1995 sementara di Indonesia baru beredar tahun 1996. Unit yang kami kupas secara lengkap kali ini adalah BMW E39 528i bertransmisi otomatis buatan tahun 1997.

Performance & Fuel Consumption
Pada saat awal peluncurannya, BMW 528i adalah tipe tertinggi seri-5 yang dipasarkan di Indonesia. Mobil ini memakai mesin 6-silinder 2,8 liter bertenaga 190 hp dengan torsi puncak 280 Nm. Bagaimana performanya? Anda boleh tanya sendiri pengalaman para pemilik BMW E39.

Menurut BMW saat pertama kali meluncur, catatan akselerasi 0-100 kpj 528i adalah 8,8 detik. Sementara itu kecepatan maksimumnya dapat menyentuh 234 kpj. Performanya itu cukup baik bahkan untuk ukuran mobil jaman sekarang. Memang performa aktualnya saat ini tergantung dari kondisi mesin dan komponen sistem penggerak di dalamnya. Bagaimanapun juga mobil ini telah berusia hampir 20 tahun. Walaupun sudah berumur cukup tua, namun BMW 528i buatan tahun 1997 ini dibekali dengan teknologi tercanggih di jamannya. Mesin ini sangat responsif. Terus terang kemampuan performanya mampu melebihi ekspektasi saya.

Unit yang kami uji ini memakai transmisi otomatis 5-speed steptronic buatan ZF. Transmisi otomatis steptronic ini menyediakan mode berkendara Dynamic Sport (DS) yang akan membuat respons pedal gas menjadi lebih agresif dengan perpindahan gigi di rpm yang lebih tinggi sekitar 3.500 rpm. Sementara itu pada mode steptronic Anda dapat melakukan perpindahan gigi layaknya mobil manual cukup dengan menarik atau mendorong tuas transmisi (+/-). Bila Anda lupa menggeser tuas kembali ke mode D, tenang saja transmisi akan mengganti secara otomatis posisi gigi bila menyentuh putaran mesin maksimum (redline) di 6.500 rpm.

Mesin berkapasitas besar, bodi yang juga cukup besar, dan bobot yang cukup berat memang bukan formula yang cocok untuk anda yang mencari mobil yang irit bahan bakar. Aktualnya di saat digunakan menghadapi kemacetan jalanan Ibu Kota, BMW 528i bisa meminum 1 liter untuk jarak sejauh 5 km. Klaim BMW saja ketika itu mobil ini memiliki catatan konsumsi bahan bakar 6,4 kpl (dalam kota), 12,7 kpl (luar kota/tol), dan 9,3 kpl (rata-rata).

Ride, Handling & Comfort
Kualitas bantingan suspensi 528i sangat empuk. Sedikit lebih nyaman dari Mercedes-Benz E-Class W210. Namun pengemudinya dianugerahi kualitas pengendalian yang sangat baik. Bobot kemudinya sedikit lebih berat dibanding mobil buatan Jepang pada umumnya, namun pergerakannya sangat akurat dan respons kemudinya sangat cepat. Ini karena untuk pertama kalinya sistem kemudi rack and pinion pertama kali diterapkan pada BMW Seri-5. Selain itu kontak roda dengan permukaan jalan dapat dirasakan pada lingkar kemudi E39.

Saloon berdimensi panjang 4.775 mm, lebar 1.800 mm, dan tinggi 1.435 mm, ini memang bertubuh cukup besar. Bobot kemudi yang agak berat dan dimensi bodi yang cukup besar membuat berkelit di kemacetan lalu-lintas bukanlah pekerjaan yang menyenangkan. Terbukti dari radius putarnya yang membutuhkan ruang sebesar 11,3 meter.

Kenyamanan bantingan suspensi E39 banyak disumbangkan oleh konstruksi kaki-kaki belakang BMW E39 yang memakai struktur yang sama dengan yang dipakai BMW Seri-7 E38. Suspensi four-link integral rear suspension atau yang lebih dikenal dengan sebutan Z-link axle ini pertama kali diterapkan pada BMW Z1. Struktur rangka yang kaku ditopang konstruksi kaki-kakinya ini, kualitas berkendara BMW E39 termasuk yang paling superior bila dibandingkan dengan kompetitor di jamannya.

Posisi duduk yang baik, jok kulit yang membalut seluruh kursi, ketersediaan ruang penyimpanan yang cukup banyak, hingga material interior berkualitas membuat kabinnya terasa sangat nyaman. Dashboard soft-touch dengan ornamen panel kayu juga menambah nuansa kemewahan pada kabinnya.

Space & Practicality
Selain memiliki dimensi yang cukup besar, BMW 528i juga memiliki jarak sumbu roda yang cukup panjang dengan 2.830 mm. Artinya ruang kabin juga menjadi sangat luas. Volume bagasinya pun cukup luas untuk ukuran mid-size saloon dengan 458 liter.

Mobil ini juga sudah memiliki sejumlah fitur yang cukup modern di jamannya. Posisi lingkar kemudi dapat diatur secara telescopic (maju, mundur, atas, dan bawah) lewat tuas elektronik di balik lingkar kemudi. Kemudian kedua kursi depan juga dapat diatur posisi tinggi rendah dan reclining secara elektrik. Hebatnya lagi sudah tersedia memory seat yang dapat menyimpan tiga posisi duduk. Mobil ini juga sudah dilengkapi dengan electric tilt mirror in reverse yang akan menggerakkan spion sebelah kiri secara otomatis saat tuas transmisi dipindah ke gigi mundur.

Fitur-fitur modern lain yang sudah tersemat pada 528i buatan tahun 1997 ini diantaranya adalah, auto up/down power window, auto dimming center mirror, motorized headlight height control, speed sensitive wiper, dual-zone climate control, dan fitur-fitur lain yang tergolong mewah bahkan hingga saat ini.

Pada bagian kursi depan terdapat dome light atau map light dengan ambient light yang akan memberikan nuansa teduh di dalam kabin saat malam hari. Kompartemen penyimpanan di konsol tengah juga sekaligus berfungsi sebagai arm rest. Sementara itu arm rest pada kursi belakang juga tersedia. Pada kursi belakangnya juga terdapat ventilasi AC dan bottle holder di konsol tengah. Bahkan pada BMW E39 versi facelift 530i sudah terdapat krey elektrik pada kaca belakangnya, juga beberapa fitur modern lainnya seperti cruise control misalnya.

Cluster meter E39 juga sudah dilengkapi dengan Multi Information Display yang sangat informatif. MID ini dapat menampilkan beragam informasi berkendara hingga informasi tersembunyi yang bisa dioperasikan mekanik saat melakukan servis.

Buying & Owning
Harga jual BMW E39 528i bertransmisi otomatis versi tahun 1997 saat ini memang cukup bervariasi. Kisarannya mulai dari harga Rp 50-100 juta. Melihat seluruh fitur, kenyamanan, dan performa yang dimiliki, jelas harga tersebut termasuk cukup murah meskipun mobil ini sudah hampir menginjak usia 20 tahun. Namun pastikan sebelum memutuskan untuk membeli mobil ini, ketahuilah sejarah perawatan pemilik sebelumnya. Pasalnya harga suku cadang mobil ini relatif mahal.

Banyak terdapat perangkat elektronik yang rentan bermasalah. Peranti seperti sensor-sensor yang sudah cukup berusia perlu diganti. Ada banyak pemilik yang mendapati beberapa pixel mati pada layar digital pada dual-zone climate control, atau pada head-unit audio, atau MID. Electronic Control Unit dan beberapa modul elektrik juga harus diperhatikan karena fungsinya yang krusial dan kalau Anda mendapatnya telah rusak, maka biaya penggantinya sudah pasti mahal.

Banyak pemilik E39 yang beranggapan lebih mudah untuk memperbaiki mesin ataupun kaki-kaki ketimbang interior ataupun bodyparts. Ini karena suku cadang untuk mesin dan kaki-kaki masih cukup mudah ditemukan di Indonesia. Sementara itu komponen interior dan bodyparts sudah cukup jarang ditemui. Karena kelangkaan tersebut maka harganya pun menjadi mahal. Lalu BMW 528i memakai mesin berkapasitas besar dan membutuhkan oli yang cukup banyak sekitar 7 liter untuk setiap pergantian oli.  Begitupun dengan oli transmisinya.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah sistem pendinginan mesin seperti radiator, waterpump, thermostat, dan selang-selang radiator. Sebetulnya komponen tersebut harganya relatif tidak terlalu mahal dan mudah ditemukan suku cadangnya. Tetapi apabila ada salah satu komponen dari sistem cooling tersebut yang bermasalah, maka mesin akan mengalami overheat. Bila sudah overheat lebih baik mobil jangan dipaksakan jalan kalau tidak ingin turun mesin dan keluar uang lebih banyak.