Datsun Go+ Panca T-Option 2014

Datsun Go+ Panca T-Option 2014

Nissan menghidupkan kembali brand Datsun yang tutup di 1981. Mobil pertama yang mereka luncurkan, hatchback Datsun Go di India. Untuk pasar Indonesia, Datsun datangkan terlebih dahulu versi dengan dimensi lebih panjang sehingga mampu memuat lima orang penumpang plus dua orang anak di kursi baris ketiga. Mobil ini termasuk kategori LCGC (Low Cost Green Car) yang harganya sangat murah karena dapat insentif dari pemerintah.

Saat ini harga jual kembalinya otomatis lebih murah dari harga jualnya ketika baru. Mobil yang diuji ini adalah Datsun Go+ Panca T-Option tahun 2014 dengan harga baru Rp 102,9 juta. Sekarang versi bekasnya banyak dijual di kisaran harga Rp 75 juta – Rp 85 jutaan. Datsun memang menyasar konsumen yang disebut ‘risers’ atau orang-orang yang sedang meningkat ekonominya sehingga mulai mampu membeli mobil.

Pertanyaannya, apakah mobil murah ini bisa memberikan jaminan performa, kenyamanan dan keselamatan yang baik? Mari kita simak hasil pengujian yang kami lakukan terhadap Go+ Panca varian tertinggi ini.

Performa & Konsumsi BBM

Datsun Go+ Panca

 

Datsun mengakui bahwa kondisi lalu-lintas di negara yang menjadi pasar penjualannya tergolong kurang kondusif (macet). Untuk itu kemampuan akselerasi yang baik memudahkan pengemudinya saat melakukan stop & go.

Itu sebabnya mesin 3-silinder 1,2 liter milik Nissan March yang dipakai mobil ini. Telah mengalami penyesuaian, tenaganya justru dikurangi dari 76 hp menjadi 67 hp. Tujuannya demi memenuhi konsumsi BBM setidaknya 20 kpl yang dipersyaratkan program LCGC.

Datsun Go+ Panca

Meski begitu jangan remehkan performanya. Saya yang awalnya sempat malu menginjak pedal gas sampai terkejut menyadari penyaluran tenaga dari mesinnya ke roda yang cukup instan. Ternyata itu karena bobot Go+ Panca yang hanya 812 kg atau 113 kg jauh lebih ringan ketimbang March. Apalagi rasio gigi pertama transmisi manual 5-speed miliknya dibuat sangat besar. Tak heran meski torsinya hanya 104 Nm, namun saat gas pol dari posisi diam ban sampai berdecit. Menurut pengujian saya dulu di majalah DriveNow! Mobil ini akan melesat sampai 100 kpj dalam 16,1 detik. Lumayan.

Konsumsi bahan bakar jelas menjadi daya tarik utama mobil ini. Itu makanya sempat banyak pengemudi taksi online yang menggunakan mobil ini sebagai armadanya. Selain tentu saja harganya yang murah dan tambahan dua kursi anak di baris ketiga. Hasil pengujian mencatat konsumsi bahan bakar di tol 20,9 kpl. Sementara untuk pemakaian dalam kota konsumsi BBM tercatat 11,1 kpl.

Kenyamanan & Rasa Berkendara

Datsun Go+ Panca

Di jalanan perkotaan, anda akan sangat menikmati kemudi Go+ Panca yang ringan dan radius putar yang kecil. Ayunan suspensinya yang panjang pun cukup untuk meredam permukaan jalan yang tak mulus. Apalagi ground clearance 170 mm masih cukup untuk menghadapi genangan air cetek akibat banjir. Tapi ingat, kalau diisi penuh 7-penumpang maka suspensinya ambles. Maka ketinggian kendaraan agak turun dari sebelumnya.

Roda yang kecil tidak memberi grip yang berlimpah ke permukaan jalan. Begitu pun gejala limbung yang cukup mengganggu saat menikung di kecepatan menengah. Beruntung kualitas kemudinya cukup stabil saat melaju kencang di lintasan lurus. Kemudinya ini sudah didukung power steering elektrik dengan speed sensitive. Sehingga bobot dan akurasi kemudinya tetap terukur baik saat parkir maupun di melaju kencang di tol.

Datsun-Go-Panca

Tapi harus ingat, mobil ini belum pakai rem ABS. Jadi harus hati-hati saat melewati permukaan jalan yang basah atau licin seperti berpasir karena bila melakukan heavy braking, mobil bisa selip.

Kualitas peredaman kabin mobil ini bukan yang terbaik. Apalagi mobil ini belum pakai velg dari bahan alloy yang bisa meredam suara artikulasi ban lebih baik. Kurangnya lapisan peredam pada bagian dalam fender roda belakang juga membuat suara dari material yang dilemparkan oleh ban, seperti aspal, kerikil, tanah dan lainnya, sukses merusak suasana kabin.

Desain kabinnya agak janggal. Karena tuas transmisi menempel di dashboard. Begitupun dengan rem tangan gaya tarik ala Toyota Kijang generasi 1990-an yang merepotkan dioperasikan terutama oleh pengemudi pemula saat berhenti di tanjakan.

Mobil ini memakai jok yang sandaran kepalanya menyatu atau lebih dikenal dengan sebutan ‘model pocong’. Joknya lumayan tipis dan sandaran kepala kursi belakang terlalu pendek. Jadi penumpang belakang yang bertubuh tinggi akan merasa kurang rileks karena kepala tak tertopang dengan nyaman.

Tipe tertinggi Datsun Go ini sudah dilengkapi dengan audio single-DIN. Fiturnya memang mini. Tapi masih mending daripada tipe lain di bawahnya karena tak dapat head unit. Go+ Panca tipe termurah menyediakan MDS (Mobile Docking System), semacam cantolan untuk menaruh hape dan konektor kabel audio untuk menyalurkan musik yang diputar oleh hape.

Luas Kabin & Kepraktisan

Datsun-Go-Panca

Hal pertama yang menarik perhatian adalah kursi depannya yang terhubung. Bagian tengah (penghubung) kursi depannya itu memang bukan ditujukan untuk diduduki, karena tak dilengkapi sabuk pengaman. Menurut Nissan, bagian tengah kursi itu bisa digunakan untuk meletakkan tas tangan bagi pengemudi wanita. Meski demikian, saya yakin pasti banyak pemilik menggunakan kursi ini sebagai tempat duduk anak-anak.

Posisi mengemudi kurang nyaman. Tak ada pengaturan posisi setir yang sialnya disetel Nissan agak tinggi. Apalagi kursi depannya belum dilengkapi pengatur ketinggian pula.

Panel instrumen Go+ Panca memakai takometer berupa balok-balok digital kecil yang tak mudah dibaca. Untung masih ada odometer, konsumsi BBM hingga jarak tempuh BBM tersisa.

Datsun-Go-Panca

Tak ada tuas pengaturan kaca spion sehingga sulit mengatur kembali posisi kaca spion setelah merubah posisi duduk. Mustahil mengubah posisi kaca spion sebelah kiri dalam keadaan melaju. Masih banyak lagi kekurangan mobil ini. Misalnya, tak mungkin anda bisa membuka jendela penumpang depan sebelah kiri dari kursi pengemudi karena tak ada central power window. Lebih parahnya lagi jendela belakang masih sistem engkol. Beberapa peranti krusial pun absen, seperti wiper dan defogger belakang serta handle pintu bagasi dari luar.

Ruang kabinnya juga bukan yang paling lega. Terutama jika anda duduk di kursi baris kedua. Pandangan anda akan terhalang oleh kursi depan yang terhubung itu. Bahkan, kursi depan yang terhubung itu juga menghalangi semburan udara dingin dari lubang AC ke belakang. Apalagi kursi baris kedua yang sama sekali tak layak disinggahi orang dewasa. Tetapi apabila kursi baris ketiganya ini dilipat, kapasitas bagasinya lumayan besar.

Harga & Biaya Perawatan

Datsun-Go-Panca

Seperti yang sempat disinggung di awal, harga bekas mobil ini berkisar di Rp 75-85 jutaan. Biaya perawatannya pun termasuk ringan. Apalagi kalau dibandingkan dengan Nissan yang tak lain adalah saudaranya. Masalahnya, Datsun harus berbagai bengkel resmi dengan pemilik Nissan lain. Jujur gara-gara ini saya sebagai pengguna Nissan sempat merasa kecewa lantaran setiap servis di bengkel resmi selalu harus mengantri lebih lama lantaran dipenuhi konsumen Datsun.

Ketika pertama kali meluncur, mobil ini memang cukup sukses. Pasalnya ketika itu belum ada Toyota Calya dan Daihatsu Sigra yang jauh lebih baik dalam segala hal ketimbang Datsun Go+ Panca. Namun untuk mobil yang usia pakainya baru tiga sampai empat tahun, harga dan apa yang dimilikinya layak untuk dipertimbangkan. Meskipun mobil ini tak tersedia dalam pilihan transmisi otomatis.

Spesifikasi

Harga: Rp 75-85 juta, Mesin: 3-silinder 1,2 liter, 67 hp , 104 Nm, Transmisi: Manual 5-speed, Top Speed: 138 kpj, Akselerasi 0-100 kpj: 16,1 detik, Konsumsi BBM: 11,1 kpl (dalam kota), 20,9 kpl (luar kota/tol), 16,0 kpl (rata-rata)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.