Membaca Kode Dan Ukuran Ban Mobil

Membaca Kode Dan Ukuran Ban Mobil

Ban punya peranan yang sangat vital pada mobil. Karena ban adalah satu-satunya komponen mobil yang terhubung langsung dengan jalan. Makanya kondisi ban mobil harus dijaga supaya aman dan selamat dalam setiap perjalanan. Kalau kondisi ban mobil anda sudah botak atau kurang kurang baik, nah itu artinya harus segera diganti. Sebelum membeli ban baru, maka perlu mengetahui cara membaca kode dan ukuran ban.

Mengapa? Karena ban yang dipasang pada kendaraan harus sesuai dengan kebutuhan dan fungsinya. Setiap ban dibuat memiliki kapasitas pembebanan maupun batas kecepatan tertentu. Selain itu ban juga punya masa kadaluwarsa. Kalau sudah expired maka kualitas dan fungsi ban pun sudah tak baik lagi. Oke kita langsung mulai membaca kode ban mobil.

Kode Produksi

Sama seperti makanan, ban juga punya masa kadaluwarsa. Lazimnya, ban yang layak pakai adalah yang usianya belum lebih dari tiga tahun sejak diproduksi. Sebabnya, bahan utama ban adalah karet. Seiring berjalannya waktu, karet rentan getas atau kehilang daya lenturnya. Ban yang terlalu lama di toko, akan mengeras dan daya absorsi atau daya serap benturannya menjadi lemah. Selain itu daya cengkram ke aspal juga berkurang sehingga performanya pun tak lagi maksimal.

Makanya kalau anda beli ban, pastikan ban yang anda beli bukan ban yang sudah expired. Lalu bagaimana cara mengetahui ban yang anda beli sudah expired atau belum? Setiap ban wajib memiliki kode produksi. Letaknya di bagian dinding ban dekat dengan pelek. Masing-masing produsen ban punya jumlah kode digit tersendiri untuk menandai hasil produksinya. Namun umumnya kode 4 digit dari belakang sudah menjadi standar internasional untuk menunjukkan kapan ban tersebut diproduksi.

Cara membacanya gampang. Misal di ban mobil yang ingin anda beli tertulis kode produksi 1612 (lihat gambar di atas). Dua digit pertama adalah minggu dan dua kode angka terakhir menujukkan tahun pembuatan. Berarti ban mobil tersebut diproduksi pada minggu ke-16 tahun 2012. Kalau sudah melebihi tiga tahun artinya jangan beli ban itu karena sudah kadaluwarsa.

Ukuran Ban

Selain kode produksi, di bagian dinding ban juga terdapat kode ukuran ban. Kode ukuran ban terdiri dari beberapa huruf dan angka. Untuk contoh kali ini kita pakai kode ukuran ban P 225/70 R16 91S. Huruf ‘P’ di awal kode tersebut berarti ‘Passenger’ yang ditujukan untuk kendaraan penumpang, bukan truk atau bis. Lalu angka 225 menujukkan lebar ban dalam mm diukur dari sisi terluar ban (sidewall). Jadi ban ini memiliki lebar tapak 225 mm.

Kemudian angka 70 adalah aspect ratio atau profil yang menunjukkan tinggi ban 70% dari lebar ban (225 mm). Jadi tinggi dinding ban ini adalah 225 X 70% = 157,5 mm. Huruf ‘R’ di sebelahnya bukan singkatan dari ‘Ring’ atau diameter seperti yang biasa dipakai dalam istilah pelek. Huruf ‘R’ pada ban menunjukkan bahwa ban ini dibangun memakai konstruksi radial. Ban radial sekarang menjadi jenis ban standar untuk kendaraan di seluruh dunia. Setelah itu, dua angka terakhir mengacu pada diameter pelek dalam inci. Atau ban ini memiliki ukuran untuk dipakai pada pelek berdiameter 16 inci.

Angka 91 di sebelahnya adalah indikator indeks beban. Cara membacanya harus melihat dari tabel indeks beban dan kapasitas pembebanan. Lihat tabel (di bawah), kode 91 menujukkan bahwa ban ini memiliki kapasitas beban sampai 615 kg.

Alfabet terkahir adalah simbol Speed Rating atau batas maksimum kecepatan ban tersebut mampu membawa beban sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan di atas, selama satu jam terus menerus. Nah, ban yang jadi contoh kali ini memiliki simbol kecepatan ‘S’. Berarti kalau dilihat dari tabel (di atas), ban ini tak disarankan membawa beban sebanyak 615 kg melebihi kecepatan 180 kpj selama satu jam terus-menerus.

Sekarang sudah tahu kan cara membaca kode dan ukuran ban? Jadi sebelum membeli ban, perhatikan dulu kode dan ukuran ban sesuai dengan kebutuhan anda. Ban dengan kemampuan daya angkut dan batas kecepatan maksimum yang lebih tinggi biasanya lebih mahal dari yang di bawahnya. Selain lebih aman dalam perjalanan karena mengetahui batas kemampuan ban, dengan memahami kode dan ukuran ban anda bisa memilih ban yang lebih hemat karena disesuaikan dengan kebutuhan.

Misal untuk pemakaian mobil Toyota Avanza di dalam kota dengan kapasitas angkut 7-penumpang, anda cukup beli ban dengan simbol kecepatan S dengan batas maksimum kecepatan 180 kpj. Tak perlu beli ban dengan simbol kecepatan H yang batas kecepatan maksimumnya 210 kpj karena akan menjadi sia-sia. Terlebih lagi, selisih harga keduanya lumayan loh!

Tapi kalau anda punya mobil sport yang sering dipakai dalam kecepatan tinggi, pastikan ban yang dipakai memiliki batas kecepatan maksimum yang sesuai. Begitu juga dengan kapasitas angkut kendaraan. Jika mobil anda sering dipakai angkut barang dengan bobot yang besar, gunakan ban dengan load capacity index yang sesuai pula.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.