Membaca Simbol Indikator Mobil

Membaca Simbol Indikator Mobil

Setiap mobil pasti dilengkapi panel instrumen, tempat seluruh indikator dan informasi berkendara berada. Posisinya tepat di balik lingkar kemudi. Panel instrumen ini memberikan banyak informasi berkendara. Tapi biasanya sih kita cuma lihat spidometer untuk melihat seberapa cepat mobil melaju dan indikator sisa bahan bakar (fuel meter). Padahal panel instrumen memuat begitu banyak informasi tentang kendaraan.

Informasi berkendara yang umumnya disajikan mulai dari odometer (jarak tempuh mobil sejak pertama keluar dari pabrik), trip meter (indikator untuk mengukur jarak tempuh rute yang sedang dilalui), penunjuk waktu (clock), konsumsi bahan bakar rata-rata hingga tekanan angin pada ban (Tire Pressure Monitoring System). Pada mobil-mobil baru, informasi berkendara ini biasanya ditampilkan oleh layar digital yang disebut dengan Multi Information Display).

Bahkan pada beberapa mobil Eropa yang canggih, MID bisa juga digunakan untuk menampilkan lagu yang diputar oleh sistem audio, navigasi atau menyetel sejumlah fungsi kendaraan seperti nyala lampu kabin dan lainnya. Tapi umumnya di setiap mobil, baik mobil baru ataupun mobil tua sekalipun, setiap panel instrumen pasti dilengkapi dengan simbol peringatan.

Gini, setiap mobil dilengkapi dengan sensor-sensor yang mendeteksi kondisi sejumlah komponen di dalamnya. Apabila terjadi kerusakan atau kegagalan fungsi pada komponen tertentu, maka mobil wajib memberitahu pengemudi agar dapat mengantisipasi hal yang tak diinginkan. Namun karena sangat banyak indikator peringatan yang harus disampaikan kepada pengemudi di panel instrumen yang mungil itu, maka produsen mobil memberi peringatan lewat simbol tertentu.

Celakanya, tak semua orang paham arti dari simbol-simbol itu. Sebetulnya setiap mobil dilengkapi dengan buku panduan atau owner’s manual yang hampir pasti tak dibaca oleh pemiliknya. Nah supaya kita semua paham makna dari simbol yang banyak itu, di sini saya jelaskan beberapa simbol utama yang wajib anda ketahui supaya tak terjadi hal yang tak diinginkan itu tadi. Oh ya, sebagai informasi simbol-simbol yang saya jelaskan ini adalah simbol yang umum dipakai hampir setiap mobil di dunia. Tapi ada juga beberapa mobil yang punya simbol dengan lambang berbeda. Kalau anda tak menemukan simbol-simbol ini di mobil anda, maka bacalah buku panduan pengguna.

Sebelum kita mulai bahas, ada satu informasi penting. Simbol-simbol ini hanya terlihat (menyala) di panel instrumen ketika ada kegagalan fungsi saja. Jadi bila mobil anda sehat, anda hanya bisa melihatnya ketika memutar kunci kontak saat menyalakan mesin kendaraan.

1. Check Engine atau ECU

Kalau lampu indikator ini menyala maka ada sesuatu yang tak beres dengan mesin, ECU (Engine Control Unit) atau sensor kelistrikan di mobil anda. Masalahnya bisa bermacam-macam. Bisa saja busi, koil, atau komponen lain di mesin yang sudah tak berfungsi dan membuat mesin tak bekerja maksimal seperti pincang dan lain sebagainya. Atau bisa saja hanya sensor kelistrikan yang sudah tak berfungsi karena sudah usang dan perlu diganti.

Satu-satunya jalan untuk mengobati penyakit mobil yang indikator check engine menyala adalah dengan membawa mobil ke bengkel yang memiliki alat diagnostic. Bila dihubungkan dengan kendaraan, alat tersebut dapat mendeteksi kegagalan fungsi (Diagnostic Trouble Code) atau DTC yang disampaikan oleh ECU. Setelah diketahui penyebabnya, mekanik akan memberitahu tindakan selanjutnya. Apakah ada komponen tertentu yang perlu diganti atau hanya sekedar servis saja.

2. Coolant Temperature Warning

Indikator ini menunjukkan bahwa suhu temparatur cairan pendingin mesin (coolant) mobil anda terlalu tinggi. Masalah paling umum karena kurangnya cairan pendingin. Cara mengatasinya cukup dengan menambah air radiator. Tunggu dulu, JANGAN MEMBUKA TUTUP RADIATOR SAAT MESIN PANAS! Sistem pendingin mesin mobil itu ada tekanannya (pressurised) jadi air mendidih bisa muncrat ke tubuh dan wajah anda kalau tutup radiator dibuka saat mesin dalam keadaan panas.

Tunggu suhu mesin dingin baru isi kembali air radiator dengan cairan pendingin yang sesuai. Jangan isi air radiator pakai air mineral atau air ledeng tapi gunakan radiator coolant. Baca di sini untuk cari tahu mengapa harus pakai radiator coolant. Tapi kalau kepepet, pakai air kran juga boleh untuk sementara. Setelah tiba di rumah atau bengkel, kuras dan ganti dengan radiator coolant.

Kalau sampai rumah indikator ini kembali menyala dan air radiator anda kembali terkuras habis, berarti ada selang yang bocor di jalur sirkulasi cairan pendingin. Bagaimana jika setelah dicek tak ada selang yang bocor? Bisa jadi ada kerusakan pada komponen pendinginan mesin seperti radiator, termostat, water pump atau kipas radiator (extra fan).

Bila ini terjadi, jangan paksakan mobil untuk diajak berkendara. Karena bisa membuat mesin kepanasan (overheat). Mesin yang suhunya terlalu panas dapat merusak komponen mesin. Misalnya, silinder head melenting, sampai piston yang bengkok lebur karena terlalu panas. Kalau sudah begini, uang yang harus dikeluarkan tentu tidak sedikit.

Kenapa pada simbol ini penjelasannya agak panjang sedikit? Ya karena indikator ini sangat penting. Masalahnya, mesin overheat bisa disebabkan oleh masalah sepele. Pernah seorang mekanik Ford di Cibubur cerita pada saya. Ada seorang ibu yang mesinnya sampai harus diganti mesin baru karena overheat. Gara-garanya, Si Ibu tersebut kurang rapat menutup tutup radiator setelah mengisi ulang air radiator mobilnya.

3. Battery Alert

Bila indikator ini menyala berarti baterai atau aki mobil anda soak. Aki mobil sama seperti baterai smartphone. Saat digunakan selema beberapa lama, baterai akan habis dan harus dicolok listrik lagi untuk dicas. Begitupun dengan mobil. Seluruh kelistrikan mobil, audio, lampu dan lainnya, sumber energinya berasal dari baterai atau aki.

Setiap mobil dilengkapi dengan alternator yang berfungsi sebagai charger untuk mengisi ulang baterai. Kalau alternator sudah tak berfungsi lagi, atau tali yang menghubungkan mesin dengan aternator putus atau lepas, maka tak ada lagi yang mengisi energi listrik baterai mobil. Semakin lama anda berkendara, semakin cepat soak aki mobil anda.

Kesimpulannya, kalau aki anda soak bukan semata harus ganti aki baru saja. Tapi cek juga kondisi alternator. Karena kalau alternator tak berfungsi, aki baru itu percuma saja. Dalam tempo yang singkat aki baru itu sudah tak dapat lagi menyalakan sistem kelistrikan mobil lantaran listriknya habis dan tak diisi kembali oleh alternator.

4. Oil Warning Light

Lampu indikator ini akan menyala kalau suhu temperatur oli mesin terlalu tinggi atau tekanannya terlalu rendah. Jangan anggap remeh lampu indikator ini. Sebab kalau tekanan oli rendah atau suhu oli mesin tinggi, mobil bisa mogok. Masalah ini bisa terjadi karena kekurangan oli mesin, pompa oli rusak, filter oli kotor atau saluran distribusi oli tersumbat oleh kerak atau lainnya. Intinya, kalau lampu indikator ini menyala segera bawa ke bengkel kalau tak ingin mesin mobil rusak.

5. Brake Warning Light

Hal pertama yang wajib anda cek kalau melihat indikator ini menyala adalah tuas rem tangan. Hampir semua mobil yang dijual di Indonesia saat ini, menghidupkan brake warning light kalau rem tangan atau rem parkir diaktifkan. Tujuannya untuk mengingatkan apabila anda lupa melepas tuas rem tangan saat mengemudi. Biasanya kalau diteruskan rem parkir anda akan termakan habis dan laju mobil seperti tertahan oleh sesuatu, ya rem parkir itu.

Bila rem parkir sudah dikepas tapi indikator ini tetap menyala, biasanya ada yang tidak benar dari sistem pengereman mobil. Ada beberapa mobil yang melengkapi dirinya dengan sensor untuk mendeteksi tingkat oli rem. Kalau tekanan atau oli rem kurang, indikator ini hidup untuk memperingatkan pengemudinya. Kurangnya oli rem bisa membuat rem blong atau ngeplos. Situasi ini tentu sangat membahayakan.

6. Overdrive Light

Simbol ini menunjukkan bahwa sistem overdrive dinonaktifkan secara manual oleh pengemudi. Sistem overdrive hanya dimiliki oleh mobil bertransmisi otomatis. Bila sistem overdrive aktif, ia akan memilihkan posisi gigi yang lebih tinggi untuk menjaga putaran mesin tetap rendah demi menghasilkan konsumsi bahan bakar yang ideal.

Kalau sistem overdrive dimatikan (lampu O/D OFF menyala), maka mobil akan melaju dengan gigi yang normal. Biasanya ini dilakukan oleh pengemudi yang ingin mendahului kendaraan di depannya atau melewati tanjakan karena mobil butuh torsi atau tenaga lebih yang biasanya muncul di rpm tinggi.

Switch atau tombol untuk menghidupkan atau mematikan sistem overdrive ini letaknya bermacam-macam. Pada Nissan Grand Livina misalnya, tombol ini terletak pada tuas transmisi. Jadi kalau tombol ini menyala, jangan takut atau khawatir. Tinggal hidupkan kembali sistem overdrive dengan menekan tombol tersebut.

7. ECO Indicator

Bapak saya yang sedang menikmati Avanza barunya bertanya kepada saya, “dik kok di dashboard (maksudnya panel instrumen) pas Bapak nyetir ada tulisan ECO nyala. Kenapa ya?” Anda punya pertanyaan yang sama? Oke sekarang saya jawab. Lampu ini menyala untuk memberitahu pengemudi bahwa ia sedang berkendara secara hemat bahan bakar (ekonomis). Lampu indikator ini akan hilang kalau mobil sedang berhenti, menghadapi kondisi kemacetan atau pengemudinya menginjak pedal gas dalam-dalam. Kalau indikator ECO mati artinya anda membawa kendaraan secara boros.

Simbol Indikator pada beberapa mobil memang berbeda-beda. Toyota misalnya cukup dengan simbol tulisan ECO saja. Tapi ada yang sedikit lebih kreatif dengan menambah ilustrasi gambar daun. Bahkan ada juga (Honda) yang sampai sekalian dengan gambar pohonnya.

8. Security Light

Simbol gambar mobil dengan kunci ini memberitahu pemiliknya bahwa kunci kontak terkunci. Indikator ini hanya ada pada mobil yang sudah dilengkapi dengan kunci immobilizer. Kunci immobilizer dilengkapi dengan transponder yang akan mengirim sinyal ke sensor di mobil. Gunanya, mobil hanya bisa dihidupkan oleh kunci yang kode sinyalnya dikenali oleh sensor tersebut.

Jadi kalau kunci mobil anda diduplikat orang, tetap saja mesin tak bisa dihidupkan. Karena sensor tidak mengenali kunci tersebut atau tidak menangkap sinyal transponder dari kunci aslinya. Tapi kalau mesin sudah hidup dan lampu indikator menyala, berarti terjadi kegagalan fungsi pada sistem immobilizer anda. Segera bawa ke bengkel untuk diperbaiki. Karena bisa saja berikutnya anda tak lagi dapat menghidupkan mesin mobil anda. Pada beberapa mobil, indikator ini ada yang menggunakan simbol gembok.

9. Door Ajar

Lampu indikator ini menyala bila ada pintu yang terbuka atau belum tertutup dengan rapat. Kalau lampu indikator ini menyala, tepikan kendaraan untuk menutup rapat-rapat semua pintu. Kalau masih menyala juga, cek pintu bagasi di belakang.

 

 10. Cruise Control

Cruise control adalah fungsi yang dapat menjaga laju kendaraan pada kecepatan tertentu. Fitur ini diaktifkan oleh pengemudinya. Sedang aktif atau tidaknya fitur cruise control dapat diindikasikan oleh nyala tidaknya simbol ini di panel instrumen. Fitur ini biasanya dimiliki oleh mobil-mobil tertentu saja. Mobil Jepang berharga terjangkau yang sudah pakai fitur ini salah satunya Honda Jazz RS.

11. ABS Warning Light

Banyak mobil yang memang belum dibekali dengan fitur keselamatan rem ABS (Anti-lock Brake System). Bila mobil anda sudah ABS dan lampu ini menyala, kemungkinan ada sesuatu yang tak benar pada sistem ABS. Bisa saja terjadi kerusakan pada sistem pengereman, modul ABS atau hanya sekedar kotoran atau debu yang menempel pada sensor ABS. Segera bawa mobil ke bengkel untuk memperbaiki kesalahan ini. Memangnya kenapa kalau tidak? Kalau anda belum tahu bahayanya mobil tanpa rem ABS, simak penjelasannya di sini.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.