Gimana Cara Kerja Rem ABS?

Gimana Cara Kerja Rem ABS?

Indonesia punya curah hujan yang sangat tinggi. Apalagi waktu musim hujan tiba, jalanan sampai banjir. Nah kalo mobil Anda remnya belum dibekali teknologi ABS, hati-hati! Karena ban bisa terkunci dan mobil tak bisa diarahkan saat rem mendadak. Apa sih rem ABS itu? Seberapa penting fungsi rem ABS dan bagaimana cara kerjanya?

ABS adalah singkatan dari Anti-lock Brake System. Secara harfiyah ABS bisa diartikan sebagai sistem rem yang mencegah ban terkunci. Teori dibalik rem ABS sebenarnya sederhana. Ban terkunci karena selip atau roda tidak berputar. Ban selip karena kurangnya traksi. Traksi didefinisikan sebagai friksi antara ban dengan permukaan jalan. Apa itu friksi? Friksi adalah interaksi dua permukaan benda yang saling kontak, dalam hal ini kontak permukaan ban dengan permukaan jalan.

Kenapa Ban Selip?

Sederhananya begini, walaupun ban yang terbuat dari karet terlihat mulus oleh mata telanjang, namun sebetulnya secara mikroskopik permukaannya sangat kasar. Begitupun dengan permukaan jalan. Rongga-rongga di permukaan kasar ban dan jalan itu yang saling menghimpit dan membuat mobil melaju saat roda diputar oleh mesin.

Ketika hujan, maka rongga-rongga itu tadi akan terisi partikel-partikel air sehingga interaksi ban dengan permukaan jalan menjadi tak sempurna (aquaplanning). Akibatnya gesekan permukaan ban dengan permukaan jalan menjadi berkurang. Efeknya ketika rem diinjak dengan kekuatan yang besar, terjadi selip atau minimnya koefisien friksi statis karena ban tidak mencengkeram aspal dengan baik.

Padahal untuk menghentikan laju kendaraan ban harus punya traksi yang cukup untuk menggigit permukaan jalan dengan baik. Jadi mobil masih tetap melaju meski rem sudah diinjak karena ban tidak berputar. Interaksi permukaan ban dengan permukaan jalan sangat minim.

Ban selip saat pengereman tak selamanya terjadi di permukaan jalan yang licin. Bisa juga karena disebabkan oleh mobil yang melaju terlalu kencang. Ada proporsi rasio beban dan gaya yang as untuk membuat traksi cukup untuk menghentikan laju kendaraan. Mobil yang melaju terlalu kencang menghasilkan gaya yang tak sebanding dengan beban yang harusnya diterima oleh permukaan jalan sehingga kontak roda dengan permukaan jalan menjadi berkurang. Kalau sudah begini, mau ngerem ataupun memutar-mutar setir pun tetap saja tak ada gunanya. Karena mobil akan tetap meluncur terbawa gaya dorongnya.

Cara Kerja Rem ABS

Rem ABS berfungsi untuk mencegah terjadinya hal tersebut. Bagaimana caranya? Ada banyak jenis sistem ABS, tapi kali ini kita akan bahas bagaimana sistem kerja ABS yang paling sederhana. Terdapat empat komponen utama pada sistem ABS, yakni sensor kecepatan, pompa, katup dan controller. Sensor kecepatan akan menangkap kecepatan putaran roda. Sensor ini umunya dipasang pada keempat roda. Tapi ada juga yang dipasang pada gardan belakang pada mobil truk atau pickup misalnya.

Intinya untuk mengetahui kecepatan putaran roda. Sensor kecepatan akan mengirimkan sinyal kepada controller apabila menangkap adanya deselerasi (penurunan kecepatan) pada ban secara tidak biasa. Idealnya ketika mobil melaju dalam kecepatan 100 kpj, ban baru bisa berhenti total dalam waktu lima detik. Tapi ban yang terkunci bisa langsung berhenti berputar kurang dari satu detik.

Controller ABS tahu betul deselerasi yang berlebihan idealnya tak mungkin terjadi. Jadi ia memerintahkan katup dan pompa untuk mengurangi tekanan pada rem meski pedal rem diinjak dalam oleh pengemudinya. Kemudian controller mengatur katup dan pompa untuk kembali memberi tekanan pada rem. Ini berlangsung secara kontinyu sampai ban dan mobil tiba pada posisi diam. Sama seperti mengocok pedal rem saja. Sebelum ban terkunci, ABS mengurangi tekanan pada rem lalu mengerem lagi untuk mengurangi laju. Begitu seterusnya.

Proses ini terjadi sangat cepat. Beberapa sistem ABS bisa ‘mengocok’ tekanan rem sebanyak 15 kali dalam satu detik! Makanya kalau Anda ngerem mendadak di mobil yang sudah memakai rem jenis ABS, maka akan terasa ‘kocokan’ itu di kaki yang menginjak pedal rem. Kapan waktunya ngerem keras atau lunak agar ban tak terkunci, algoritmanya sudah diatur oleh controller.

Karena ban tidak selip dan traksi antara permukaan ban dengan permukaan jalan cukup, sehingga pengemudinya masih bisa menyetir kendaraan menghindar dari halangan yang ada di depan. Jarak pengereman pun menjadi lebih pendek karena mobil tak meluncur tanpa kendali.

Regulasi Tentang Rem ABS

Fitur keselamatan ini sebetulnya sangat penting karena bisa menyelamatkan nyawa penghuni kabinnya bila terjadi situasi yang mengharuskan untuk rem mendadak. Problemnya, pemerintah Indonesia tidak mengatur mengenai faktor keselamatan setiap mobil yang dijual di Indonesia. Di Eropa, rem ABS sifatnya mandatory untuk setiap mobil yang dijual di sana sejak 2004. Amerika Serikat memerintahkan kewajiban memasang rem ABS pada setiap mobil baru yang dijual di AS mulai 2013.

Pemerintah India saja, sudah mewajibkan rem ABS terpasang pada setiap mobil dan sepeda motor baru yang dijual di India mulai April 2019. Bahkan di India mulai Oktober 2017 ini, seluruh mobil baru wajib dilengkapi dual-front airbag sebagai kelengkapan standar. Indonesia kapan? Ini soal hidup dan mati. Masalahnya banyak mobil-mobil baru berharga terjangkau di Indonesia yang dijual tanpa rem ABS dan dual-front airbag.

Sungguh miris pemerintah kita masih belum memikirkan keselamatan rakyatnya. Harus berapa banyak lagi nyawa yang melayang sampai rem ABS wajib dipasang pada setiap mobil baru yang dijual di Indonesia? Sampai waktunya tiba, kami hanya bisa berpesan kepada Anda untuk selalu berhati-hati dalam mengemudi dan jaga kendaraan melaju pada batas kecepatan yang aman. Ingat, keluarga menanti di rumah.