Tak Lama Lagi Isi Ulang Baterai Mobil Listrik Cuma Semenit!

Tak Lama Lagi Isi Ulang Baterai Mobil Listrik Cuma Semenit!

Salah satu masalah utama mobil listrik adalah lamanya waktu pengisian ulang energi baterainya. Kami beri gambaran. Mobil listrik Tesla Model S yang memakai baterai 85 kwh dapat digunakan untuk melaju sejauh 482 km sampai energi baterainya habis. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ulang energi baterainya sampai penuh kembali? Menggunakan jaringan listrik dengan tegangan 110 volt di Amerika Serikat (AS), butuh waktu selama 52 jam!

Ya, Tesla mengaku tiap jam pengisian energi hanya cukup untuk membawa Tesla Model S sejauh 8 km saja. Itu sebabnya Tesla merekomendasikan pemilik Model S sebaiknya mengisi ulang energi baterai menggunakan listrik bertegangan 240 volt. Lama waktu pengisian pun berkurang menjadi 9,5 jam. Kalau punya uang lebih, bisa beli opsional colokan tambahan (twin chargers) dan stasiun pengisian ulang bertegangan tinggi (high-power wall charger). Itupun masih butuh waktu 4 jam 45 menit sampai baterai penuh kembali.

Untungnya sekarang tengah dikembangkan teknologi baterai yang lebih canggih. Salah satu produsen mobil, Fisker mengaku telah mendaftarkan hak paten atas karyanya. Adalah baterai jenis solid-state yang dapat diisi ulang energinya sampai penuh kembali hanya dalam satu menit saja! Jenis baterai ini juga diklaim memiliki kemampuan daya simpan 2,5 kali lebih banyak dari baterai Lithium-Ion yang sekarang banyak digunakan pada mobil listrik maupun perangkat elektronik seperti smartphone dan lainnya.

Kata Fisker, baterai ini bisa membawa mobil listrik sejauh kurang lebih 800 km. Baterai solid-state menggunakan elektroda padat yang cenderung lebih aman dan tak mudah meledak seperti banyak kasus yang terjadi pada sejumlah perangkat elektronik dengan baterai Lithium-Ion yang memakai elektrolit cair atau polymer. Saking amannya, baterai ini bahkan bisa digunakan sebagai sumber energi alat kedokteran yang ditanam (implant) di tubuh manusia. Masalahnya, sulit menemukan material solid yang cukup kondusif untuk digunakan pada baterai berukuran besar. Fisker mengaku telah menemukannya.

Baterai berteknologi canggih ini menurut Fisker akan mulai mereka produksi secara masal mulai 2023. Teknologi ini akan ditampilkan dalam Consumer Electronics Show di AS Januari mendatang. Pada pameran tersebut, Fisker juga meluncurkan mobil listrik eMotion. Mobil ini memang masih pakai baterai Lithium-Ion konvensional yang dibuat oleh LG Chem. Meski begitu, mobil listrik Fisker ini melaju sejauh 640 km dan pengisian energi baterainya pun lumayan cepat. Dalam 9 menit saja energi baterainya akan terisi cukup untuk berjalan sejauh 200 km.

Tak hanya Fisker, beberapa perusahaan lain pun sudah menyiapkan teknologi baterai solid-state. Toyota bahkan akan mulai memasarkan mobil listrik dengan baterai solid-state setahun lebih cepat dari Fisker, yakni pada 2022. Bahkan produsen vacuum cleaner asal AS, Dyson, sampai ikut-ikutan ingin memasarkan mobil listrik bertenaga baterai solid-state. Lebih gilanya lagi, mereka bilang 2020 mobil itu sudah siap masuk ke garasi konsumen! Berapa harganya? Bila dikurskan ke Rupiah, di AS mobil ini diberi mahar Rp 1,7 miliar.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.